Mengenal Lebih Dekat Burung Jalak Bali,Burung Endemik Pulau Dewata

Burung Jalak Bali

Burung Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) dengan nama lokal Jalak Bali, Curik Putih, Jalak Putih Bali. Merupakan salah satu Burung Asli Indonesia atau tepatnya Endemik Bali yang keberadaannya sangat di lindungi pemerintah sebagai satwa yang terancam punah, tidak mengherankan mengingat Eksotisnya Burung Jalak Bali ini, dari segi Kicauan dan Fisik atau Penampilanya memang sengat memukau para Kicau Mania.

Burung Jalak Bali
Burung Jalak Bali
Klasifikasi Burung Jalak Bali :
Kerajaan    : Animalia
Phylum      : Chordata
Kelas         :  Aves
Ordo          :  Fasseriformes
Famili        : Sturnidae
Genus        : Leucospar
Species      : Leucopsar rothschildi  (Stressmann 1912)

Sumber : Wikipedia

Ciri fisik Jalak Bali

Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) adalah sejenis burung pengicau berukuran sedang,dengan panjang lebih kurang 25cm[1], dari suku Sturnidae. Ia turut dikenali sebagai Curik Ketimbang Jalak.[2] Jalak Bali memiliki ciri-ciri khusus, di antaranya memiliki bulu yang putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam. Bagian pipi yang tidak ditumbuhi bulu dengan warna biru cerah, mempunyai jambul yang indah dan kaki yang berwarna keabu-abuan dengan 4 jari, paruh runcing dengan panjang antara 2-5 Cm dengan warna abu-abu kehitaman dengan ujungnya berwarna kuning kecoklatan. Burung jantan dan betina mempunyai bentuk dan warna yang serupa.


Penyebaran Jalak Bali

Endemik Indonesia, Jalak Bali hanya ditemukan di hutan bagian barat Pulau Bali. Burung ini juga merupakan satu-satunya spesies endemik Bali dan pada tahun 1991 dinobatkan sebagai lambang fauna Provinsi Bali. Keberadaan hewan endemik ini dilindungi undang-undang. Jalak Bali ditemukan pertama kali pada tahun 1910. Nama ilmiah Jalak Bali dinamakan menurut pakar hewanberkebangsaan Inggris, Walter Rothschild, sebagai orang pertama yang mendeskripsikan spesies ini ke dunia pengetahuan pada tahun 1912.Burung Jalak Bali Pertama kali dilaporkan penemuannya oleh Dr. Baron Stressmann seorang ahli burung berkebangsaan Inggeris pada tanggal 24 Maret 1911. Atas rekomendasi Stressmann, Dr. Baron Victor Von Plessenn mengadakan penelitian lanjutan (tahun 1925) dan menemukan penyebaran burung Jalak Bali mulai dari Bubunan sampai dengan Gilimanuk dengan perkiraan luas penyebaran 320 km2.namun pada saat ini  terbatas pada kawasan Taman Nasional Bali Barat tepatnya di Semenanjung Prapat Agung dan Tanjung Gelap Pahlengkong yang habitatnya bertipe hutan mangrove, hutan pantai, hutan musim dan savana

Burung Jalak Bali
Burung Jalak Bali

Karena penampilannya yang indah dan elok, jalak Bali menjadi salah satu burung yang paling diminati oleh para kolektor dan pemelihara burung. Penangkapan liar, hilangnya habitat hutan, sertadaerah burung ini ditemukan sangat terbatas menyebabkan populasi burung ini cepat menyusut dan terancam punah dalam waktu singkat, tak ayal membuat harga burung jalak Bali di pasaran sangatfantastis. Untuk mencegah hal ini sampai terjadi, sebagian besar kebun binatang di seluruh dunia menjalankan program penangkaran jalak Bali.Bahkan tidak hanya kebun binatang saja sekarang sudahlumayan banyak masyarakat yang mulai menangkarkan burung ini, meskipun sedikit repot karena harus mengantongi izindari BKSDA (Badan Konservasi Sumber Daya Alam) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tapi tidak menjadikan penghalang bagi para penangkar karena selain bisa tetap menjaga populasi dari kepunahan juga mempunyai nilai ekonomi yang bagus.

Download Suara Burung Jalak Bali Format Mp3:

Download suara burung jalak bali.Mp3


Burung Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) termasuk satwa liar yang dilindungi undang-undang, sebagaimana tertuang dalam Lampiran PP No. 7 Tahun 1999, dan ada kententuan dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 bahwa:

1. Barangsiapa dengan Sengaja menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup; (Pasal 21 ayat (2) huruf a), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Pasal 40 ayat (2));
2. Barang Siapa Dengan Sengaja menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati (Pasal 21 ayat (2) huruf b), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Pasal 40 ayat (2));
3. Dengan Sengaja memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia; (Pasal 21 ayat (2) huruf d), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Pasal 40 ayat (2));

Lebih lengkapnya PP No. 7 Tahun 1999 beserta lampiranya silahkan download di bawah ini:



Jalak Bali dinilai statusnya sebagai kritis di dalam IUCN Red List serta didaftarkan dalam CITES Appendix I.

Demikianlah sedikit pembahasan dari saya tentang Mengenal Lebih Dekat Burung Jalak Bali,Burung Endemik Pulau Dewata. Jika ada kritik dan saran atau ingin menambahi silahkan tuliskan di kolom komentar. Semoga Bermanfaat.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Mengenal Lebih Dekat Burung Jalak Bali,Burung Endemik Pulau Dewata"

Post a Comment