Cara Merawat Burung Cendet Bakalan Muda

Cendet Bakalan Muda

Memelihara  Cendet bakalan / Muda memang menjadi salah satu pilihan bagi para pecinta burung . Selain harganya lebih murah daripada burung yang sudah jadi, ada kepuasan tersendiri jika kita bisa merawat dari Bakalan yang baru angkatan ngriwik menjadi burung yang gacor dan penuh isian. Tapi, harus diakui, tidak mudah untuk merawat burung bakalan. nah disini saya ingin berbagi beberapa tips untuk merawat burung bakalan atau anakan khususnya Pentet atau Cendet.

Hampir semua pasar burung menjual burung bakalan, baik yang di kios-kios pasar atau lapak pinggir jalan atau juga pedagang pasaran Hari entah Pon /Kliwon/Wage /Manis /Pahing sesuai dengan kebiasaaan setempat.
Cara Merawat Burung Cendet Balakan/Muda
Fenomena burung bakalan memang menarik untuk dibicarakan. Jika kita kurang memahami perawatannya, maka uang yang dikeluarkan untuk membeli burung tersebut bakal sia-sia, karena burung dalam beberapa hari kemudian mati, seperti halnya pada pembahasan kali ini yaitu burung Cendet memang mempunyai tingkat kerawanan yang lumayan , karna biasanya burung ini akan sangat agresif  sekali ketika awal-awal di masukan ke kandang, bahkan biasanya sampai menimbulkan luka di bagian pangkal paruh atasnya karna seringnya menabrak jeruji kandang entah karna setres ataupun ketakutan, dan bisa di bilang burung Cendet ini kurang tahan banting dalam bahasa tempat saya sih GABES ..............

Nah kunci keberhasilan merawat burung bakalan biasanya memalui tiga tahap, yaitu yang pertama makan Voer , ke dua Penjinakan, dan yang ke tiga  ngriwik sampai rajin bunyi. Tiga hal itulah yang menjadi alasan mengapa burung bakalan banyak , selain faktor harga yang relatif terjangkau.

 Berikut ini akan saya berikan beberapa tips yang saya rangkum dari beberapa sumber dan pengalaman sendiri memelihara Cendet bakalan.

PERSIAPAN

Sebelum pergia ke pasar burung atau mungkin mau menagkap sendiri , pastikan anda sudah mempesiapkan kandang beserta perlengkapanya . Bersihkan dulu jangan lupa dari kotoran yang ada entah itu Faces burung / debu , bila perlu bersihkan dengan sabun anti bakteri dan semprot desinfektan, bia juga menggunakan FreshAves, di mana setiap 5 gram serbuk FreshAves dilarutkan dalam 1 liter air, kemudian larutan tersebut disempotkan ke seluruh bagian sangkar. Sangkar memang harus diproteksi sejak dini, karena menjadi satu-satunya “rumah” bagi burung selama berada dalam pemeliharaan manusia. jika menggunakan kandang bekas yah untuk pencegahan gan sape tau ada virus H5N1 nyasar , tapi jika menggunakan kandang baru sih bersihkan seperlunya saja.

Kini saatnya Anda pergi ke pasar burung. Setelah terjadi transaksi dengan pedagang di sana, masukkan burung bakalan ke dalam kantong semen atau besek. Boleh juga memasukkan burung ke dalam sangkar, dan selama dalam pengangkutan harus full kerodong.

Setiba di rumah, burung jangan langsung dipindahkan ke dalam sangkar yang sudah disiapkan. Tapi isi dulu pakan burungnya sesuai jenis nya cendet sebagai pemakan serangga isi wadah pakan dengan campuran voer + kroto + ulat hongkong  , isi wadah airnya dan juga memasang tempat bertengger burung.

Kita tidak tahu persis berapa hari burung bakalan yang barusan dibeli berada di tangan pedagang. Kecuali kita menagkapnya sendiri, jika kita membeli dari pembeli Mungkin sudah seminggu, mungkin baru kemarin, atau mungkin baru beberapa jam sebelum Anda membelinya. Jadi kita mengasumsikan burung masih rawan stres.

Karena itu, penting sekali untuk menangkal potensi stres (termasuk stres selama perjalanan dari pasar burung ke rumah) dengan mencampurkan BirdFirstAid ke dalam air minumnya.

Jika semua persiapan sangkar dan perlengkapannya sudah beres, burung bakalan sudah bisa dimasukkan ke dalam sangkar. Anda bisa menerapkan sistem setengah kerodong, tetapi lebih dianjurkan jika seminggu pertama menggunakan sistem full kerodong.

Gantung sangkar di tempat yang tenang terlebih dulu, untuk membiarkan burung beradaptasi dengan situasi di dalam sangkar dan lingkungan yang baru.

Melatih burung bakalan makan voer
Salah satu konsekuensi yang harus dijalani saat membeli burung bakalan adalah harus selalu menyediakan kroto/jangkrik/ulat hongkong.

Burung pemakan serangga  memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi daripada burung pemakan buah, terutama di masa awal pemeliharaan burung bakalan. Sebab, dalam situasi dan kondisi tertentu, tidak ada jaminan bahwa toko / kios burung selalu memiliki stok serangga seperti jangkrik dan kroto. Berbeda dengan buah, yang selalu bisa diperoleh di semua pasar tradisional maupun pasar modern.

Lalu bagaimana cara melatih burung bakalan agar mau makan voer sehingga memiliki peluang hidup lebih lama dan mudah dalam perawatan selanjutnya? Berikut beberapa tips mengenai bagaimana melatih burung bakalan supaya mau makan voer.

LANGKAH PERTAMA (Makan Voer)

Mencampurkan kroto dan voer
Voer yang digunakan adalah voer lembut atau halus yang ditaburi kroto secukupnya, lalu dibasahi dengan sedikit air, dan diaduk hingga merata. Pada bagian atasnya ditaburi lagi dengan sedikit kroto, kemudian diberikan kepada burung bakalan selama beberapa hari.

Mencampurkan serangga dan voer
Mungkin, Anda kesulitan mendapatkan kroto, sehingga bingung memikirkan pakan yang harus diberikan untuk melatih burung bakalan agar mau makan voer. Sebenarnya bisa juga menggunakan ulat hongkong dan jangkrik.
Caranya, ulat hongkong (UH) dipotong kecil-kecil. Jangkrik dibuang kepala, sayap, dan kakinya, sehingga tinggal bagian perutnya saja yang digunakan. Campurkan potongan UH, jangkrik, dan voer lembut, lantas diaduk hingga merata. Basahi dengan sedikit air, agar butiran voer bisa menempel ke bagian serangga dan UH yang akan dimakan burung.

Mencampurkan kroto dan tepung jangkrik
Saat ini tepung jangrik banyak dijumpai di pasaran. Tepung ini juga bisa digunakan untuk melatih burung bakalan agar mau makan voer. Caranya, campurkan tepung jangkrik dengan voer lembut, kemudian bagian atasnya ditaburi dengan potongan perut jangkrik dan potongan kecil ulat hongkong.

Untuk melatih burung bakalan agar mau makan voer diperlukan kreativitas dan gerak cepat. Jika mengalami kegagalan pada salah satu cara, Anda harus segera berganti ke metode lain. Meski jenis burungnya sama, belum tentu semuanya menyukai metode tertentu saja, karena karakter burung pun tidak selalu sama.

Adapun untuk mengetahui apakah burung sudah mau makan voer bisa dilakukan dengan mengamati bentuk kotoran (feces) burung. Jika kotorannya sudah berbentuk, maka burung bisa diberi voer untuk hariannya.

LANGKAH KE DUA ( Penjinakan)

Kalau sudah mau makan voer, tugas selanjutnya adalah bagaimana membuat burung bakalan cepat jinak. Berikut ini beberapa cara melatih burung agar cepat jinak :

Menggantung burung di tempat ramai orang agar burung terbiasa dengan situasi dan kondisi tersebut. Lama-lama burung tidak mudah ketakutan kalau ada yang lewat di depan atau di bawah sangkarnya. Proses ini tidak membuat burung menjadi sangat jinak,ia hanya tidak takut melihat kehadiran manusia, tetapi ketika didekati, burung masih terlihat ketakutan sehingga meloncat ke sana-kemari.

Memandikan burung bakalan yang masih giras hingga basah kuyup dengan cara di semprot dengan semprotan yang biasa di jual di toko pakan burung , dengan cara semprotan agar di posisikan megnkabutkan semprotanya agar tidak menyakiti burung nya , setelah selesai di mandikan   burung diangin-anginkan sambil diberi pakan. Kali ini pakan tidak diberikan dalam cepuk, tetapi langsung dari tangan Anda. Caranya, sodorkan tangan Anda yang memegang jangkrik atau UH di depan burung.

Memberi jangkrik dengan lidi
Salah satu cara efektif untuk mempercepat proses penjinakan burung bakalan, sekaligus mempererat hubungan batin antara manusia dan burung, adalah memberikan pakan kesukaan seperti jangkrik atau UH dengan menggunakan lidi panjang. Setiap hari, ukuran panjang lidi dipotong sekitar 2-3 cm sampai beberapa hari kemudian sudah tidak diperlukan lidi lagi. Artinya, burung langsung diberi pakan melalui tangan kita sendiri.

Metode ini diyakini bisa membuat burung menaruh kepecayaan kepada kita, bahwa kita bukanlah musuhnya, melainkan sahabat yang setiap hari memberinya pakan kesukaannya. Dengan demikian, burung pun lama-lama menjadi jinak terhadap kita selaku pemilik atau perawatnya.

Memberi kerodong setengah
Untuk burung dewasa, proses penjinakan jauh lebih sulit. Setiap melihat orang lewat di depannya, burung sering menabrak jeruji sangkar. Tetapi kita masih bisa berbuat sesuatu agar burung cepat jinak. Caranya, sangkar bagian belakang, serta samping kiri dan kanan ditutup dengan kertas koran, atau kerodong. Hal ini dilakukan selama beberapa hari, sampai burung tidak mudah panik lagi dan tidak lagi menabrak jeruji sangkar.

Menggantung burung dalam jarak rendah juga bisa mempercepat proses adaptasi burung menjadi jinak. Dalam hal ini, sangkar burung bisa digantung di luar maupun didalam rumah. Menggantung burung di atas televisi atau di ruang keluarga juga lebih mempercepat burung giras menjadi jinak.

LANGKAH KE TIGA (Ngriwik samapi Rajin Bunyi)

Jika burung bakalan sudah mau makan voer, dan relatif sudah jinak, kini saatnya melatih burung agar rajin bersuara. Namun perlu diingat, selain faktor perawatan, ada faktor lain yang menentukan cepat dan lambat burung berkicau.

Agar Burung Cendet anda Rajin Bunyi atau Gacor lakukan Pemasteran dengan menggunakan Suara Burung Cendet berformat Video/Mp3 sepeti di bawah ini:

Suara Burung Cendet Mp3



Faktor lain yang dimaksud antara lain umur burung, kondisi fisik dan kesehatannya, pakan serasi-seimbang, pemberian extra fooding secara teratur, pemberian multivitamin dan multimineral, serta kebersihan kandang dan lingkungan.

Lalu bagaimana mengatur semuanya agar burung bisa dalam kondisi tersebut? Salah satu caranya melalui perawatan secara teratur dan konsisten, termasuk program pemasteran.Dalam kondisi normal, burung yang sehat, selalu mendapat asupan pakan yang bergizi, dan perawatan harian yang intensif menjadi lebih cepat bunyi.

Jika ternyata burung masih saja ngeriwik, padahal sudah beranjak dewasa, berarti ada masalah dengannya. Untuk penanganan burung bermasalah seperti itu, Anda bisa melakukan terapi menggunakan produk yang mengandung hormon testosteron maupun stimulan untuk pembentukan testosteron secara alami.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Cara Merawat Burung Cendet Bakalan Muda"

Post a Comment